Jumat, 05 Desember 2008

Ketika saya memasuki kampung arsitektur kemarin,
saya merasakan bahwa diri saya sudah memasuki sebuah ruang lain setelah saya melewati ruang-ruang di sekitar UKDW.

Memang suasananya berbeda,
tapi saya kurang begitu merasakan suasana kampung sesungguhnya,
mungkin itu disebabkan karena di sekitar ruangan kampung itu masih sedikit terlihat suasana hilir mudik para warga UKDW yang berlalu lalang di sana,
juga ada beberapa ruangan kelas ataupun ruangan-ruangan lain di sekitarnya.

Saya kira itu saja yang menjadi sedikit kekurangannya,
namun dari segi lain saya merasa bahagia melihat kampung itu.
Kami memilih tempat yang tepat untuk bisa memamerkan hasil karya kami di depan banyak orang,
mungkin atrium Gedung Didaktos adalah salah satu contoh ruangan itu, secara keseluruhan mungkin tempatnya cocok sebagai pusat pameran hasil karya kami.
Kami senang sekali ketika banyak orang yang melihat hasil karya kami,
walau orang-orang itu tidak secara langsung melihatnya ke dalam.
Namun saya yakin 100% bahwa orang-orang yang masuk melalui pintu utama Gedung Didaktos melihat kampoeng kami tersebut.

Di dalamnya kami juga melihat hasil karya kakak-kakak kami yang juga menjadi salah satu inspirasi kami untuk berkarya hari esok.

Secara keseluruhan,
saya bangga pada hasil karya kampung arsitektur kami yang terlihat baik,
saya rasa tidak sia-sia seluruh kerja keras yang telah dilakukan.
Kami bisa menikmati kepuasan sendiri saat hasil karya kami dilihat oleh banyak orang.

Tidak ada komentar: